MWC PAITON - Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton Probolinggo Jawa Timur melakukan silaturahim dan kunjungan ke ulama di Pulau Garam Madura.
"Ya pada hari ini kita ziarah dan silaturrahim ke ulama di Madura," terang bapak H. Nur Cholis, ketua panitia ziarah kepada redaksi MWC Paiton, Sabtu (01/11/2025).
Adalah KH Musleh Adnan ulama pertama yang dikunjungi oleh rombongan MWCNU Paiton.
Pengasuh pondok pesantren Nahdhatut Taklimiyah Pamekasan ini banyak memberikan pencerahan kepada pengurus rombongan MWCNU Paiton utamanya dalam perjungan dan pengabdian kepada ummat.
Bahkan beliau seperti dengan agak keberatan dan terlihat terpaksa menceritakan sesuatu yang beliau sampaikan sebagai keanehan keanehan yang dialaminya selama mengasuh santrinya.
"Mohon maaf santri saya jumlahnya dua ribu lima ratus, semuanya gratis makan dua kali sehari, kalau dikalkulasi satu bulan itu kurang lebih 1,5 M.," tuturnya.
Ketika ditanya dari mana biaya konsumsi santrinya, kiyai sejuta pengagum ini menjawab dengan rasa heran.
"Saya juga tidak tahu, itu dari mana, setiap pondok ini butuh sesuatu, besoknya seperti sudah ada yang mengantarkan, itu bukan satu dua kali," katanya dengan nada heran.
Saya ini kok merasa seperti diberi ongkos oleh Allah, semua kepentingan dipermudah," sambungnya.
Kiyai kelahiran Jember Jawa Timur ini juga menyampaikan pentingnya sambungan tali rohani santri kepada para kiyainya.
"Saya terus terang, di sini ini merasa hanya sebagai guru tugas dari Nurul Jadid, andai para beliau meminta pondok ini ditutup, pasti saya tutup, saya kan hanya berkhidmah kepada para guru saya di Nurul Jadid," tegas beliau meyakinkan.
Secara khusus beliau juga memberikan motivasi kepada semua rombongan MWCNU Paiton untuk terus menumbuhkan ruhul jihad di NU.
"Kiyai Hasan Abdul Wafi kalau ada alumni mengadu kesulitan hidupnya, beliau langsung menanyakan dan memerintahkan untuk aktif di NU," ujar beliau. (ZA)