MWC Paiton – Tradisi keilmuan falakiyah di lingkungan Nahdlatul Ulama terus dijaga melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya regenerasi ahli hisab rukyat, Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama MWCNU Paiton, Dr. Bashori Alwi, M.SI, mengikuti kegiatan Kaderisasi Ahli Hisab Rukyat Angkatan 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur pada 6–7 Februari 2026 di PPI Nurul Burhan Badean, Bondowoso.
Acara Kaderisasi menghadirkan para narasumber ahli di bidang falakiyah, di antaranya KH. Abdul Mu’id Zahid (Wakil Ketua LFNU Jatim), Ust. Syamsul Ma’arif, S.H., M.H. (Ketua LFNU Jatim), serta Ust. Tasmrotul Fikri (Divisi Litbang LFNU Jatim). Para peserta mendapatkan materi strategis meliputi pemrograman hisab awal bulan hijriyah berbasis Android, koordinasi rukyatul hilal awal Ramadhan dan Syawal 1447 H, sosialisasi penyeragaman format jadwal imsakiyah Ramadhan 1447 H, serta penyelarasan kalender hijriyah tahun 2027 M.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan praktik langsung untuk memperkuat pemahaman peserta dalam penerapan ilmu falak secara aplikatif. Melalui kaderisasi ini, diharapkan lahir kader ahli hisab rukyat yang profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penentuan waktu ibadah secara akurat.
Kaderisasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan keilmuan falak di tubuh NU, sekaligus mencetak kader yang mampu menguasai ilmu hisab dan rukyat secara ilmiah, metodologis, dan aplikatif. Para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pemrograman hisab awal bulan hijriyah, koordinasi rukyatul hilal Ramadhan dan Syawal 1447 H, hingga penyelarasan kalender hijriyah nasional.
Menurut Dr. Bashori Alwi, kaderisasi falakiyah bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi merupakan proses melanjutkan tradisi keilmuan ulama NU dalam menjaga ketepatan waktu ibadah umat. “Kaderisasi ini menjadi bagian dari estafet keilmuan falak NU agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam era digital dan kebutuhan akurasi data,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa hasil kaderisasi akan terus dikembangkan melalui pembinaan kader falakiyah di tingkat MWCNU Paiton, sekaligus mendorong lahirnya generasi baru ahli hisab rukyat yang mampu berkhidmah untuk umat. Melalui kaderisasi ini, diharapkan tradisi keilmuan falak NU tetap terjaga dan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Partisipasi Ketua LF MWCNU Paiton dalam kegiatan ini menegaskan komitmen MWCNU Paiton dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan ulama, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan pelayanan keagamaan yang berbasis ilmu dan kemaslahatan umat.