MWC Paiton — Jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) JQHNU Paiton bersama para pengurus, didampingi unsur Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton, turut menghadiri Wisuda Akbar ke-3 Metode Tartila dan Tahfidz yang diselenggarakan oleh PC JQHNU Kraksaan pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Probolinggo Lantai 5, Ruang Madakaripura tersebut diikuti sekitar 500 wisudawan dan wisudawati dari berbagai TPQ binaan JQHNU se-Kraksaan dan wilayah sekitarnya. Antusiasme peserta, wali santri, dan para pegiat Al-Qur’an tampak sejak awal acara, memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap program pembinaan Al-Qur’an yang terstruktur dan berkelanjutan.
Wisuda akbar ini menjadi momentum penting yang menunjukkan konsistensi JQHNU dalam menguatkan basis pendidikan Al-Qur’an di tingkat akar rumput. Metode Tartila dan Tahfidz yang terus dikembangkan diproyeksikan tidak hanya membentuk kemampuan baca Al-Qur’an secara tartil dan benar, tetapi juga menumbuhkan ketekunan, kedisiplinan belajar, serta pembiasaan akhlak Qur’ani pada santri sejak usia dini. Karena itu, wisuda dipahami bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari mekanisme penghargaan, evaluasi, dan penguatan standar mutu pembelajaran di lembaga-lembaga binaan.
Sejumlah pimpinan dan tokoh turut hadir untuk memberikan dukungan moral sekaligus penguatan kelembagaan. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran PW JQHNU Jawa Timur, pengurus PC JQHNU Kraksaan, para pimpinan PAC se-wilayah PC JQHNU Kraksaan, serta tokoh dan penggiat Al-Qur’an. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi penegasan bahwa penguatan metode Tartila dan Tahfidz merupakan agenda strategis yang membutuhkan sinergi lintas struktur dan lintas lembaga.
Ketua Panitia Wisuda Akbar yang juga menjabat sebagai Sekretaris JQHNU Kraksaan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa Wisuda Akbar ke-3 menjadi bukti tingginya semangat para santri, kesungguhan ustadz-ustadzah, serta dukungan kuat dari wali santri dan lembaga. “Alhamdulillah, Wisuda Akbar ke-3 menunjukkan semangat luar biasa dari para santri, ustadz-ustadzah, serta dukungan yang kuat dari para wali santri dan lembaga,” tuturnya di sela kegiatan.
Dari sisi Paiton, kehadiran unsur MWCNU Paiton dimaknai sebagai bentuk dukungan kelembagaan terhadap gerakan penguatan Al-Qur’an di lingkungan Nahdlatul Ulama. Melalui keterlibatan tersebut, MWCNU Paiton menyampaikan apresiasi atas konsistensi PC JQHNU Kraksaan dalam menyelenggarakan wisuda akbar sebagai ruang afirmasi bagi santri dan pendidik. Pimpinan PAC JQHNU Paiton Moh. Jasri yang juga merupakan salah satu pengurus MWCNU Paiton menegaskan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk menjaga semangat, memperkuat standar mutu, serta menumbuhkan jejaring pembinaan yang lebih luas. “Wisuda ini bukan sekadar penutup proses belajar, tetapi penguat semangat untuk istiqamah. Kami di MWCNU Paiton mengapresiasi PC JQHNU Kraksaan yang konsisten menghadirkan wadah pembinaan dan penghargaan bagi para santri. InsyaAllah ini memperkuat gerakan Qur’ani di Paiton dan wilayah Kraksaan secara umum,” ungkapnya.
Kebanggaan tersendiri juga dirasakan dari perwakilan Paiton karena salah satu wisudawan terbaik berasal dari utusan TPQ Islamiyah Syafi’iyah Sumberanyar, Paiton. Capaian tersebut dipandang sebagai hasil sinergi: ketekunan santri, pendampingan ustadz-ustadzah, serta dukungan keluarga dan lembaga. Selain menjadi kebanggaan bagi TPQ Islamiyah Syafi’iyah, prestasi ini juga memotivasi TPQ lain untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran baik dari sisi ketartilan bacaan, ketepatan tajwid, maupun kedisiplinan hafalan.
Prosesi penyerahan penghargaan kepada para wisudawan terbaik disampaikan langsung oleh pimpinan PW JQHNU Jawa Timur, didampingi oleh Habib Anis Al-Habsy selaku Ketua JQHNU Kraksaan. Momen ini menjadi puncak acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru. Para wali santri terlihat terharu menyaksikan capaian anak-anak mereka, sementara para pendidik merasakan bahwa kerja pembinaan yang panjang mendapatkan pengakuan dan apresiasi yang layak.
Secara keseluruhan, Wisuda Akbar ke-3 ini memperlihatkan bahwa metode Tartila dan Tahfidz memiliki daya jangkau sosial yang luas serta menjadi model pembinaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. PC JQHNU Kraksaan berharap kegiatan ini memperkuat keberlanjutan program, memperluas jejaring TPQ binaan, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap tingkatan, sehingga gerakan Qur’ani tumbuh secara lebih sistematis.
Dengan terselenggaranya agenda ini, harapan besar diarahkan pada lahirnya generasi yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an dan kuat dalam hafalan, tetapi juga menampilkan akhlakul karimah serta kokoh dalam nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Semangat tersebut sekaligus menjadi pesan utama: bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar keterampilan baca, melainkan proses pembentukan karakter dan orientasi hidup yang selaras dengan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.