MWC PAITON — Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Randumerak menggelar Tausiyah Diniyah dalam rangka penutupan kegiatan rutinan, bertempat di Masjid Nurul Amin, Desa Randumerak. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Ranting NU Randumerak bersama Remaja Masjid (Remas) Nurul Amin, sehingga rangkaian acara berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan penampilan hadrah dari Remas.
Secara kelembagaan, kegiatan penutupan rutinan ini menjadi ruang konsolidasi warga NU di tingkat ranting sekaligus penguatan tradisi keagamaan yang selama ini berjalan rutin. Selain menjadi momentum evaluasi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaga kontinuitas pengajian dan memperkuat ukhuwah antarwarga, khususnya antara struktur ranting dan para pemuda masjid.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus Ranting NU Randumerak. Ketua Ranting, Muhammad Hanapi, bersama Rois Syuriah Ustadz Rofi’i tampak mendampingi jalannya acara hingga selesai. Kehadiran keduanya menjadi penegas bahwa kegiatan rutinan tetap berjalan tertib, berlandaskan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus menguatkan soliditas organisasi di tingkat ranting.
Tausiyah diniyah pada kegiatan tersebut disampaikan oleh H. Moh. Barzan Ahmadi, M.Pd, selaku Rois Syuriah MWCNU Paiton. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya penguatan organisasi NU, terutama bagaimana NU menghadirkan politik kebangsaan yang berakar pada nilai toleransi, kemaslahatan, dan kematangan sosial. Pesan tersebut diarahkan agar warga NU tetap konsisten merawat persatuan, memperkuat khidmah, serta menghindari polarisasi yang merusak harmoni masyarakat.
Menurutnya, kekuatan NU di tingkat akar rumput terletak pada soliditas jamaah, keteguhan menjaga tradisi keagamaan, serta kemampuan beradaptasi dalam dinamika sosial tanpa kehilangan jati diri. Karena itu, penguatan organisasi tidak hanya dimaknai sebagai penguatan struktur, melainkan juga penguatan kesadaran warga untuk terus berkhidmah secara santun, damai, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Kolaborasi dengan Remas Masjid Nurul Amin turut memberi warna pada kegiatan penutupan rutinan tersebut. Keterlibatan pemuda melalui hadrah dan dukungan teknis kegiatan mencerminkan adanya regenerasi dan sinergi lintas generasi di lingkungan NU Randumerak. Hal ini juga menjadi indikator positif bahwa tradisi keagamaan di masjid dapat berjalan seiring dengan peran aktif generasi muda.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Ranting NU Randumerak berharap rutinan ke depan dapat semakin kuat secara kualitas dan partisipasi, serta terus menjadi ruang pembinaan keagamaan yang meneguhkan nilai-nilai Aswaja, mempererat kebersamaan warga, dan memperkokoh khidmah NU di tingkat desa. (IG)