MWC PAITON — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton menggelar rapat rutin bersama jajaran Ranting NU se-Kecamatan Paiton pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Masjid Al-Huda, MWCNU Paiton. Pertemuan ini difokuskan pada rapat persiapan Ramadhan, sekaligus menyusun rangkaian program yang akan menjadi penguat syiar dan layanan sosial keagamaan bagi warga NU di wilayah Paiton.
Rapat berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para pengurus MWCNU dan perwakilan ranting hadir untuk menyatukan langkah, membagi peran, serta memastikan program Ramadhan berjalan terencana, merata, dan menyentuh kebutuhan jamaah. Dalam forum tersebut, MWCNU menegaskan pentingnya Ramadhan sebagai momentum penguatan ibadah, penguatan organisasi, dan penguatan solidaritas sosial.
Sejumlah agenda prioritas dibahas secara rinci, dimulai dari program Lomba Masjid Award yang dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus pemantik perbaikan pengelolaan masjid di tingkat desa. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan jamaah, ruang pembinaan generasi muda, dan penguatan pelayanan sosial. Melalui Masjid Award, ranting diharapkan semakin terdorong membangun masjid yang hidup, tertib, bersih, ramah jamaah, serta aktif dalam kegiatan keagamaan selama Ramadhan.
Selain itu, rapat juga merumuskan skema Semarak Ramadhan, sebuah rangkaian kegiatan yang mencakup beberapa agenda utama. Salah satunya adalah Rukyatul Hilal yang akan dilaksanakan di kawasan Pantai DUTA Paiton. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda penentuan awal bulan yang bernilai ilmiah dan syar’i, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi jamaah tentang pentingnya metode rukyah dan tradisi keilmuan Islam dalam penentuan kalender hijriah.
Agenda berikutnya adalah Safari Ramadhan ke seluruh Ranting NU se-Kecamatan Paiton yang akan dilaksanakan sepanjang bulan Ramadhan setelah shalat tarawih. Program safari ini diarahkan sebagai ruang silaturahmi, penguatan koordinasi antarstruktur, sekaligus media penyampaian pesan-pesan keagamaan dan organisasi. Melalui Safari Ramadhan, MWCNU berharap dinamika Ramadhan di masing-masing ranting semakin hidup, dengan suasana masjid yang ramai dan kegiatan jamaah yang lebih terarah.
Rapat juga menetapkan rencana Santunan Anak Yatim sebagai agenda sosial utama Ramadhan, yang akan diselenggarakan pada 7 Maret 2026. Program santunan ini dipandang sebagai bentuk nyata khidmah NU dalam merawat nilai kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan Ramadhan yang bukan hanya ritual, tetapi juga sosial. MWCNU mendorong agar pelaksanaan santunan dilakukan dengan tertib, transparan, dan melibatkan kolaborasi lintas ranting agar manfaatnya lebih luas dan tepat sasaran.
Kegiatan rapat rutin tersebut dihadiri langsung oleh Rois Syuriah MWCNU Paiton, KH. Moh. Barzan Ahmadi, M.Pd., serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Paiton, H. Zainul Arifin Adam, M.Pd. Kehadiran keduanya menegaskan dukungan penuh pimpinan MWCNU terhadap kesiapan program Ramadhan dan pentingnya kekompakan organisasi dalam menjalankan agenda keumatan.
Di akhir pertemuan, MWCNU Paiton menegaskan bahwa seluruh program Ramadhan akan dikelola dengan semangat kolaborasi antara MWCNU, ranting, dan elemen masjid, termasuk melibatkan remaja masjid serta banom-banom yang ada. Harapannya, Ramadhan tahun ini menjadi ruang penguatan ibadah, penguatan jamaah, serta penguatan peran NU di tengah masyarakat Paiton melalui kegiatan yang terukur, bermanfaat, dan menyatukan warga. (IG)