MWC PAITON - Rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton kembali dilaksanakan di tingkat ranting. Pada Jumat, 6 Maret 2026, kegiatan tersebut berlangsung di Ranting NU Sukodadi, tepatnya di Mushola Hidmatul Hasan. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Paiton, pengurus ranting, tokoh masyarakat, serta jamaah setempat yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat dan antusias.
Ketua Ranting NU Sukodadi, Ustadz Zayadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Safari Ramadhan dari MWCNU Paiton. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembinaan keagamaan sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat, khususnya dalam menyambut dan menghidupkan bulan suci Ramadhan.
Tausiyah pada kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustadz Musthofa Syukur yang mengangkat tema mengenai keutamaan bulan Ramadhan sekaligus pembahasan fiqih Ramadhan. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan, yang di dalamnya terdapat berbagai kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.
Ustadz Musthofa Syukur menjelaskan bahwa bulan Ramadhan memiliki tiga fase penting yang masing-masing memiliki keutamaan tersendiri. Sepuluh hari pertama Ramadhan merupakan masa turunnya rahmat (rahmah) dari Allah SWT, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, dan meningkatkan sedekah.
Selanjutnya, sepuluh hari kedua Ramadhan dikenal sebagai masa maghfirah atau ampunan. Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki kualitas ibadah sebagai bentuk taubat kepada Allah SWT.
Sementara itu, sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan fase yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah seperti qiyamul lail, dzikir, dan doa agar dapat meraih keutamaan malam tersebut.
Selain membahas keutamaan bulan Ramadhan, Ustadz Musthofa Syukur juga mengulas beberapa persoalan fiqih Ramadhan, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah puasa dan zakat fitrah. Beliau menjelaskan tentang hal-hal yang membatalkan puasa, perkara yang dapat mengurangi pahala puasa, serta pentingnya menjaga lisan dan perilaku selama menjalankan ibadah puasa.
Dalam pembahasan zakat fitrah, beliau menekankan bahwa zakat merupakan kewajiban yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Zakat fitrah menjadi sarana untuk membersihkan diri dari kekurangan selama berpuasa sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut juga diwarnai dengan diskusi dan tanya jawab bersama jamaah, di mana beberapa jamaah menyampaikan pertanyaan terkait praktik ibadah puasa sehari-hari serta waktu dan tata cara pembayaran zakat fitrah. Suasana dialog berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperdalam pemahaman fiqih Ramadhan.
Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, MWCNU Paiton berharap dapat terus memperkuat pembinaan keagamaan di tingkat ranting sekaligus menjadi sarana dakwah untuk meningkatkan pemahaman keislaman yang moderat dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi karakter utama Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. (MI7)