MWC PAITON— Dalam rangka menghidupkan semangat spiritual di bulan suci Ramadhan, Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Karanganyar menggelar Kajian Tasawuf Ramadhan bersama K. Muhammad Al Fayyadl, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 dan 16 Ramadhan 1447 H ba’da shalat Tarawih, bertempat di Auditorium Ranting NU Karanganyar yang diiukuti oleh para pengurus ranting dan masyarakat sekitar. Kajian tersebut mengkaji kitab Mau‘idhotul Mukminin, yang merupakan ringkasan dari kitab Mukhtasar Ihya’ ‘Ulumuddin karya ulama besar Imam Al-Ghazali. Kegiatan ini diikuti oleh segenap pengurus dan warga Nahdlatul Ulama Karanganyar yang hadir dengan penuh antusias untuk memperdalam pemahaman keislaman, khususnya dalam bidang tasawuf dan pembinaan akhlak. Dalam pengajiannya, K. Muhammad Al Fayyadl menekankan pentingnya taubat, terlebih pada bulan Ramadhan yang merupakan momentum istimewa bagi setiap hamba untuk kembali kepada Allah SWT. Taubat, menurut beliau, tidak hanya sebatas ucapan di lisan, tetapi harus disertai dengan kesadaran hati untuk mengakui kesalahan yang telah lalu, menyesalinya, serta bertekad kuat untuk tidak mengulanginya di masa depan. Beliau juga mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk membersihkan hati, memperbanyak istighfar, melakukan muhasabah diri, serta memperbaiki akhlak. Dengan demikian, seorang mukmin diharapkan mampu keluar dari bulan Ramadhan dengan pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Sementara itu, Rois Syuriah Ranting NU Karanganyar, Ustadz Musthofa Syukur, menyampaikan bahwa kegiatan Kajian Tasawuf Ramadhan ini memiliki tujuan penting, yaitu merajut ukhuwah di antara para pengurus Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat keilmuan dan akhlak para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, pengurus Nahdlatul Ulama tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga perlu terus memperdalam ilmu agama serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kajian tasawuf ini, kami berharap para pengurus NU dapat memperkuat ukhuwah, menambah kedalaman ilmu, serta membangun akhlak yang baik sehingga mampu menjadi teladan bagi masyarakat,” ungkapnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai tasawuf yang diajarkan oleh para ulama dapat terus hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembinaan spiritual bagi pengurus dan warga Nahdlatul Ulama Karanganyar selama bulan suci Ramadhan.(MAH).