Safari Ramadhan Berlanjut, MWCNU Paiton Hadir di Ranting NU Pandean dan Petunjungan

MWC PAITON - Rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton terus berlanjut di berbagai ranting NU di wilayah kecamatan. Kali ini kegiatan dilaksanakan secara bersamaan di dua ranting NU, yakni Ranting NU Pandean dan Ranting NU Petunjungan, dengan dua tim yang berbeda sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Di Ranting NU Pandean, kegiatan Safari Ramadhan dilaksanakan di Masjid Nurul Aly dan dihadiri oleh jamaah, pengurus ranting, serta tokoh masyarakat setempat. Tausiyah pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Gus K. Moh. Al-Hadi As’ad Abu Hasan, yang merupakan pengurus MWCNU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Sukodadi Paiton.

Dalam penyampaiannya, Gus K. Moh. Al-Hadi As’ad Abu Hasan menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat nilai-nilai keislaman yang berlandaskan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Penyampaian materi yang komunikatif dan penuh kehangatan membuat suasana pengajian berlangsung hidup dan mendapat perhatian serius dari para jamaah.

Kegiatan di Pandean semakin menarik ketika memasuki sesi tanya jawab interaktif. Para jamaah tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar praktik ibadah Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi yang berlangsung santai namun sarat makna tersebut menjadikan kegiatan Safari Ramadhan terasa lebih hidup sekaligus memberikan pemahaman yang lebih luas bagi masyarakat yang hadir.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, tim Safari Ramadhan MWCNU Paiton juga melaksanakan kegiatan di Ranting NU Petunjungan. Pada kegiatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Musthofa Syukur yang membahas berbagai persoalan fiqih Ramadhan, khususnya yang berkaitan dengan ketentuan puasa serta amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan suci.

Dalam pemaparannya, Ustadz Musthofa Syukur menjelaskan beberapa hal penting terkait ibadah puasa, mulai dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa hingga pentingnya menjaga perilaku dan ucapan selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri serta meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.

KegiatanSafari Ramadhan di kedua ranting tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama tetap mendapatkan sambutan positif dari warga Nahdliyin. 

Melalui program Safari Ramadhan ini, MWCNU Paiton berharap dapat terus mempererat hubungan antara pengurus NU dan masyarakat di tingkat ranting, sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan umat dalam menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadhan. (MI7)