Menjaga Tradisi, Meraih Syafaat Nabi: Ranting NU Randumerak Gelar Maulid dan HUT RI ke-81

MWC PAITON - Ranting NU Randumerak menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Menjaga Tradisi, Meraih Syafaat Nabi”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad malam, 16 Agustus 2026, dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta penyerahan piagam penghargaan kepada para Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah Ranting NU Randumerak yang pernah mengemban amanah kepengurusan dalam rentang periode 1970 hingga 2022.

Tema “Menjaga Tradisi, Meraih Syafaat Nabi” dipilih sebagai penegasan atas komitmen warga Nahdliyin dalam merawat tradisi keagamaan yang telah diwariskan para ulama dan masyayikh. Peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu tradisi yang terus dijaga, tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Penyerahan penghargaan kepada para pengurus terdahulu menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Penghargaan diberikan sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih Ranting NU Randumerak kepada para tokoh yang telah meletakkan dasar, menjaga keberlangsungan organisasi, serta mengabdikan tenaga dan pikirannya bagi perkembangan Nahdlatul Ulama di Randumerak.

Rentang perjalanan kepengurusan sejak tahun 1970 hingga 2022 menjadi catatan tersendiri bahwa keberadaan NU di Randumerak tumbuh melalui proses panjang dan lintas generasi. Setiap periode memiliki tantangan dan bentuk khidmah yang berbeda, namun dipertemukan dalam semangat yang sama, yakni menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah serta memberikan pelayanan keagamaan dan sosial kepada masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus mempertemukan generasi pengurus masa kini dengan sejarah perjalanan para pendahulunya. Piagam yang diberikan tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan secara formal, tetapi menjadi simbol penghormatan terhadap khidmah dan perjuangan yang telah diwariskan dari satu generasi kepengurusan kepada generasi berikutnya.

Semangat menjaga tradisi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi shalawat, pengajian, silaturahmi, penghormatan kepada ulama, serta berbagai amaliah warga Nahdliyin merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dari kecintaan itulah tumbuh harapan untuk memperoleh keberkahan dan syafaat Nabi Muhammad SAW.

Di sisi lain, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menghadirkan dimensi kebangsaan dalam kegiatan tersebut. Momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa perjuangan para ulama dan pesantren memiliki bagian penting dalam perjalanan bangsa. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW, penghormatan kepada ulama dan pendahulu, serta kecintaan kepada tanah air menjadi nilai yang berjalan beriringan dalam kehidupan warga Nahdliyin.

Melalui tema “Menjaga Tradisi, Meraih Syafaat Nabi”, Ranting NU Randumerak juga mengajak generasi muda untuk tidak terputus dari akar sejarah dan tradisi keagamaan yang telah dirawat oleh para pendahulu. Tradisi yang baik perlu terus dihidupkan, dipahami nilai dan maknanya, serta diwariskan kepada generasi berikutnya sesuai dengan perkembangan zaman.

Perpaduan antara Maulid Nabi, peringatan kemerdekaan, dan penghargaan kepada pengurus terdahulu menjadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk merawat tiga nilai sekaligus: mahabbah kepada Rasulullah SAW, penghormatan terhadap jasa para pendahulu, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, Ranting NU Randumerak berharap semangat khidmah para Rais Syuriah, Ketua Tanfidziyah, dan seluruh pengurus terdahulu dapat menjadi teladan bagi kepengurusan dan generasi NU saat ini. Para pendahulu telah menanam dan menjaga tradisi, sementara generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk merawat serta meneruskannya agar Nahdlatul Ulama senantiasa hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

(MI.7)